Pages

28 December 2015

Patologi Tiroid

Menurut American Thyroid Association dan American Association of Clinical Endocrinologists :
Hipertiroidisme merupakan berupa peningkatan kadar hormon tiroid yang disintesis dan disekresikan oleh kelenjar tiroid melebihi normal sehingga menyebabkan paparan berlebihan pada jaringan-jaringan tubuh dan menyebabkan munculnya berbagai manifestasi klinik yang terkait dengan fungsi hormon tiroid dalam berbagai proses metabolisme tubuh.
Kelebihan hormon tiroid bisa disebut tirotoxicosis, grave's disease, atau Morbus Basedowi.
 
Gejala Klinis : Eksoftalmus (mata melotot), mebius sign (konvergensi bola mata lambat), stelwage sign (celah pada bola mata), lig lag (kelopak mata menurun), joffroy sign (kerutan dahi hilang bila melihat ke atas), kelemahan gerakan bola mata, hipermetabolisme (tidak tahan panas, keringat banyak), takikardi, palpitasi, meningkatnya T3 T4 goiter, tremor, GI hiperosmolalitas,dan osteoporosis.

Patofisiologi

Penatalaksanaan hipertiroid :
1. Farmakologi diberi tioamida yaitu PTU dan Metimazol

PTU (Propil tiourasil) merupakan tioamida yang sangat cepat diserap oleh tubuh dan memiliki waktu paruh 1-2 jam.PTU dan metimazol memiliki efek teratogenik pada ibu hamil. PTU memiliki ikatan dengan protein yang lebih kuat, sehingga lebih sedikit yang beredar bebas dalam darah, sehingga PTU aman untuk ibu hamil daripada metimazol.


Hipotiroidisme adalah penyakit kekurangan hormon tiroid digolongkan sebagai penyakit primer, bila timbul akibat proses patologis yang merusak kelenjar tiroid dan sekunder akibat defisiensi TSH hipofise.
Gejala klinis : mudah lemas, suara parau, tidak tahan dingin, berat badan naik, otot jantung lemah, wajah bengkak tanpa mimik, gerakan lambat, intelektual lambat, reflek lemah, wanita hipermenore, gerakan lambat, intelektual lambat, reflek lemah, berat badan bertambah.
Klasifikasi Gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) dengan pemeriksaan fisik
  1. Grade 0 : Normal
    Dengan inspeksi tidak terlihat baik datar maupun tengadah maksimal, dan dengan palpasi tidak teraba
  2. Grade IA : Kelenjar gondok tidak terlihat, baik datar maupun penderita tengadah maksimal, dan palpasi teraba lebih besar dari ruas terakhir ibu jari
  3. Grade IB : Kelenjar gondok dengan inspeksi datar tidak terlihat dengan tengadah maksimal dan dengan palpasi teraba lebih besar dari Grade IA
  4. Grade II : Kelenjar gondok dengan inspeksi terlihat dalam posisi datar dan dengan palpasi teraba lebih besar dari Grade IB
  5. Grade III : Kelenjar gondok cukup besar, dapat terlihat pada jarak 6 meter atau lebih. 
  6.  
 Penatalaksanaan untuk Hipotiroid adalah melalui pemberian levotiroksin, liotironin, dan liotrix.

Patologi Anatomi Tiroid
No.
Struma Colloides
Adenomatous Goiter
Tiroiditis Hashimoto
Adenomatous Goiter
Ca papillary Tiroid
Gambar






Ciri Mikroskopis
Folikel Melebar
Lumen terisi Koloid
Epitel Folikel Pipih
Struma interfolikuler sedikit
FoLuEpStru
Folikel hiperplasi
Koloid di dalam jadi banyak
Goiter
FoKoGo
Folikel rusak
Epitel berdegenerasi (sel hurtle)
Germinal centre
Struma fibrosis
FoEpGe

Folikel berproliferasi
Lumen terisi koloid
Epitel normal
Kapsul jaringan fibrous
Tumor jinak kelenjar tiroid
FoLuEpKa
Folikel membentuk papilla
Psamoma bodies
Inti sel jernih
Ground glass appearance
FoPsInGro
Ciri Maskroskopis
Tiroid membesar simetris
Konsistensi lebih padat dari normal
Kapsul intak
Tiroid membesar
Tiroid membesar 3-4x normal, simetris
Konsistensi padat kenyal
Kapsul intak
Irisan pucat, abu-abu kuning
Tumor bulat/oval, soliter
Konsistensi padat kenyal
Batas jelas

Tiroid berdungkul, kecil
Papil rapuh
Batas tidak jelas
Pada irisan tumor abu-abu
 

No comments:

Post a Comment